Profil Idi Darusman

 



Idi Darusman lahir dan tumbuh di lingkungan sederhana yang penuh nilai religius dan kekeluargaan. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang pendiam namun memiliki rasa ingin tahu tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SD Muhammadiyah di desanya, ia melanjutkan ke Pondok Pesantren Al Hikmah. Di sana, kehidupannya ditempa oleh kedisiplinan, kemandirian, dan kecintaan terhadap ilmu agama. Meski pesantrennya tidak jauh dari rumah, Idi memilih untuk tinggal di asrama demi melatih tanggung jawab dan ketaatan terhadap aturan pesantren.

Masa remajanya banyak diisi dengan kegiatan membaca dan menulis. Ia gemar menulis catatan harian, puisi, hingga cerita pendek yang menggambarkan kehidupan sederhana di sekitarnya. Dari kebiasaan itu, tumbuhlah kecintaannya terhadap dunia sastra. Ia mulai menemukan jati dirinya sebagai penulis yang peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keikhlasan, serta kisah-kisah tentang cinta dan takdir. Tulisan-tulisannya banyak terinspirasi dari pengalaman pribadi, perjalanan spiritual, dan pengamatan terhadap kehidupan sosial.

Kini, Idi Darusman dikenal sebagai penulis yang produktif dan konsisten melahirkan karya-karya bernilai moral dan emosional. Beberapa novelnya seperti Piring Pecah dan Tertukar Rasa menggambarkan kedewasaannya dalam bercerita—sederhana, namun sarat makna. Ia memandang menulis bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk ibadah dan media dakwah untuk menyentuh hati pembaca. Baginya, setiap kata adalah doa, dan setiap cerita adalah cermin kehidupan yang layak direnungkan bersama.

Komentar