Oleh : Idi Darusman, S.H.I., M.Pd.
Amaliyatu at-Tadrismerupakan salah
satu program pendidikan unggulan yang secara konsisten dilaksanakan di Pondok
Pesantren Darunnajah Jakarta. Program ini diperuntukkan khusus bagi santri
akhir, yaitu santri kelas 6 TMI. Di Darunnajah,
Amaliyah Tadris tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi telah
menjadi tradisi pendidikan yang mengakar kuat sebagai sarana pembentukan
karakter, kompetensi akademik, dan kesiapan santri untuk terjun langsung ke
dunia pengabdian.
Sebagai
pesantren modern yang mengintegrasikan sistem pendidikan formal dan
kepesantrenan, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta menempatkan Amaliyatu at-Tadris sebagai program wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri akhir tanpa
terkecuali. Hal ini menunjukkan keseriusan Darunnajah dalam mencetak lulusan
yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu, tetapi juga terampil dalam
menyampaikan ilmu kepada orang lain. Melalui program ini, santri akhir
dipersiapkan menjadi calon pendidik, dai, dan pemimpin umat yang siap berkiprah
di tengah masyarakat.
Materi
yang diajarkan dalam kegiatan Amaliyatu at-Tadris di Pondok Pesantren Darunnajah
Jakarta mencakup pelajaran-pelajaran inti yang diajarkan di tingkat Tsanawiyah.
Di antaranya adalah Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Fiqih, Muthala’ah, Mahfudhot,
Grammar, Nahwu, serta berbagai materi kepesantrenan lainnya. Ragam mata
pelajaran ini menuntut santri akhir untuk memiliki penguasaan materi yang baik,
sekaligus kemampuan pedagogik agar materi tersebut dapat disampaikan dengan
jelas, menarik, dan mudah dipahami oleh santri yang diajar.
Sebelum
terjun langsung ke kelas, santri akhir Darunnajah tidak dilepas begitu saja.
Mereka terlebih dahulu mendapatkan pembekalan intensif dari para ustadz dan
ustadzah senior yang berpengalaman di bidang pendidikan. Pembekalan ini
meliputi teknik mengajar yang efektif, cara menyusun materi pelajaran, metode
pembelajaran aktif, pengelolaan kelas, serta etika dan adab seorang guru.
Proses pembekalan ini menjadi tahap penting dalam membangun kesiapan mental dan
profesional santri sebelum menghadapi kelas yang sesungguhnya.
Tahapan
berikutnya yang tidak kalah penting adalah penyusunan I’dad atau
persiapan mengajar. Di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, setiap santri yang
akan melaksanakan Amaliyatu at-Tadris diwajibkan membuat I’dad secara tertulis dan
sistematis. I’dad ini berisi tujuan pembelajaran, indikator pencapaian, materi
ajar, metode yang digunakan, langkah-langkah pembelajaran, serta bentuk
evaluasi. Penyusunan I’dad dilakukan dengan pendampingan langsung dari ustadz
dan ustadzah pembimbing, sehingga santri benar-benar memahami alur pembelajaran
yang akan mereka terapkan di kelas.
Melalui
proses penyusunan I’dad ini, santri akhir Darunnajah dilatih untuk berpikir
terstruktur, terencana, dan bertanggung jawab terhadap proses belajar-mengajar.
Mereka tidak hanya diajarkan untuk menguasai materi, tetapi juga bagaimana
menyampaikan materi tersebut secara efektif dan sesuai dengan karakter peserta
didik. Hal ini sejalan dengan visi Darunnajah dalam mencetak pendidik yang
profesional sekaligus berakhlak mulia.
Salah
satu ciri khas Amaliyah Tadris di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta adalah
penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pembelajaran. Seluruh santri
akhir diwajibkan menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris saat mengajar di
kelas. Kebijakan ini menjadi bagian dari sistem pendidikan bilingual yang telah
lama diterapkan di Darunnajah. Tujuannya adalah melatih santri agar terbiasa
menggunakan bahasa asing dalam konteks akademik, meningkatkan kemampuan
komunikasi internasional, serta membentuk kepercayaan diri dalam berbicara di
depan umum.
Pelaksanaan
praktik mengajar menjadi momen yang penuh tantangan sekaligus pengalaman
berharga bagi santri akhir Darunnajah. Mereka harus berdiri di depan kelas
Tsanawiyah, mengatur jalannya pembelajaran, menghadapi berbagai karakter
santri, serta menjaga suasana kelas agar tetap kondusif dan efektif. Dalam
proses ini, santri belajar bagaimana menjadi pemimpin di dalam kelas, mengelola
waktu dengan baik, serta mengambil keputusan yang tepat dalam situasi
pembelajaran.
Setelah
sesi praktik mengajar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tahap evaluasi. Di
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, evaluasi menjadi bagian yang sangat
penting dalam rangka meningkatkan kualitas santri sebagai calon pendidik. Para
asatidz memberikan masukan yang bersifat konstruktif terkait metode mengajar,
penguasaan materi, pengelolaan kelas, penggunaan bahasa, serta sikap dan adab
seorang guru. Evaluasi ini dilakukan dengan penuh hikmah dan tujuan pendidikan,
agar santri mampu memperbaiki kekurangan dan mengembangkan potensi diri.
Melalui
evaluasi ini, santri akhir Darunnajah belajar untuk bersikap terbuka terhadap
kritik, rendah hati dalam menerima nasihat, serta berkomitmen untuk terus
memperbaiki kualitas diri. Proses ini membentuk mental pembelajar yang tidak
mudah puas dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Lebih
dari sekadar program akademik, Amaliyatu at-Tadris di Pondok Pesantren Darunnajah
Jakarta juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang sangat kuat.
Santri dilatih untuk disiplin dalam persiapan, bertanggung jawab dalam
menjalankan tugas, ikhlas dalam mengajar, serta menjaga adab dan akhlak sebagai
seorang pendidik. Nilai-nilai ini menjadi ciri khas pendidikan Darunnajah yang
tidak hanya mengejar prestasi intelektual, tetapi juga pembentukan kepribadian
Islami.
Dengan
adanya program Amaliyatu at-Tadris, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta berhasil
mencetak santri akhir yang siap terjun ke masyarakat sebagai agen perubahan.
Lulusan Darunnajah tidak hanya membawa bekal ilmu, tetapi juga pengalaman
praktis dalam dunia pendidikan. Mereka siap mengabdikan diri sebagai guru, dai,
penggerak umat, dan pemimpin yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Pada akhirnya, Amaliyatu at-Tadris menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dalam melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi untuk bangsa dan umat. Program ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan investasi pendidikan jangka panjang yang melahirkan kader-kader pendidik yang berkualitas, berintegritas, dan berjiwa pengabdian. Dengan semangat inilah Darunnajah terus melangkah maju dalam mencetak generasi penerus yang siap menerangi masa depan dengan ilmu dan amal.
Jakarta, 21 Januari 2026

Komentar
Posting Komentar