Transformasi Kepemimpinan Pesantren Modern: Puluhan Direksi dan Pengasuh Darunnajah Gelar IHT Strategis di Cipanas

CIANJUR, Pondok Pesantren Darunnajah mengambil langkah taktis dalam memperkokoh tata kelola kelembagaan dan keberlanjutan kepemimpinan masa depan. Melalui Departemen Sumber Daya Manusia, lembaga pendidikan Islam berskala nasional ini menggelar agenda bergengsi In House Training (IHT) Direksi ke-10 yang mempertemukan seluruh jajaran pimpinan pusat dan cabang.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Selasa, 14 Juli hingga Kamis, 16 Juli 2026 ini, dipusatkan di Darunnajah Learning Center (DLC) Cipanas, Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dengan mengusung tema besar "System-Driven Leadership: Transforming Strategy into Structured Program Execution", pelatihan intensif ini dirancang untuk menjembatani celah antara rencana strategis lembaga dengan eksekusi operasional di tingkat departemen.

Forum Eksklusif Para Akademisi dan Pemimpin Berpendidikan Tinggi

Kegiatan berkumpulnya para pengambil kebijakan ini menjadi sangat prestisius karena dihadiri oleh 75 peserta pilihan. Mereka terdiri atas para Wakil Pengasuh Darunnajah Cabang, Direksi Departemen Darunnajah Pusat dan Cabang, Kepala Sekolah, serta jajaran Middle Manager yang dipersiapkan untuk promosi kepemimpinan masa depan.

Salah satu aspek yang memperkuat legitimasi dan kualitas dari pelatihan ini adalah profil akademis para pesertanya. Forum ini diisi oleh figur-figur tangguh berpendidikan tinggi lintas disiplin ilmu, mulai dari para sarjana (S1), magister (S2), hingga jajaran doktor (S3). Sinergi akademis yang kuat ini tecermin dari hadirnya tokoh-tokoh kunci seperti Ketua Yayasan Darunnajah, Busthomi Ibrohim, Ph.D., Pimpinan Pesantren KH. Dr. Sofwan Manaf, M.Si. dan KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs. , hingga para direksi teknis seperti Idi Darusman, M.Pd., yang menjabat sebagai Wakil Direktur Departemen Bidang Usaha Pondok Pesantren Darunnajah Pusat.

Kombinasi latar belakang pendidikan yang matang dan pengalaman lapangan bertahun-tahun ini memicu jalannya diskusi yang dinamis, berbobot, dan berorientasi pada pemecahan masalah riil organisasi secara ilmiah dan sistemik.

Mengadopsi Framework Pengelolaan Kelas Dunia

Selama tiga hari penuh, para peserta digembleng langsung oleh fasilitator profesional dari ALTA Team yang dipimpin oleh Muhammad Akbaryadi. ALTA Team, yang bertindak sebagai execution partner, membawa portofolio matang selama lebih dari 15 tahun di industri kreatif, manajemen proyek, serta pengembangan sistem operasional yang ramping namun berkemampuan tinggi (lean and highly accountable).

Dalam sesi-sesi awal, para pimpinan diajak mendalami metodologi tata kelola program terstandardisasi melalui kerangka kerja:

a. Objective: Penyelarasan arah besar lembaga.

b. Blueprint: Penyusunan cetak biru program kerja yang akurat.

c. Ownership: Kejelasan tanggung jawab dan wewenang.

d. Tracking: Pemantauan indikator keberhasilan secara berkala.

e. Delivery: Penyelesaian program yang tuntas dan terukur.

"Kami ingin menggeser pola pikir dari sekadar 'program yang berjalan' menjadi 'program yang terkelola secara sistemik'. Di sinilah pentingnya jajaran direksi memahami batasan wewenang dan mengeliminasi adanya tumpang tindih (overlap) kerja antar-departemen," ungkap perwakilan penyelenggara dari Departemen SDM.

Output Nyata untuk Keberlanjutan Lembaga

IHT ke-10 ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi teoretis semata. Di akhir kegiatan, forum menargetkan tiga output konkret yang siap diimplementasikan secara taktis di seluruh cabang:

1.  Dokumen Blueprint Pengelolaan Program yang baku dan seragam untuk seluruh departemen.

2.  Peta Batas Tanggung Jawab Lintas Bidang guna mewujudkan koordinasi yang lincah (agile).

  1. Dokumen Standar Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebagai instrumen kontrol kualitas kinerja.

Melalui standardisasi sistem kerja ini, Pondok Pesantren Darunnajah optimistis mampu memitigasi risiko reputasi kerja, meningkatkan akuntabilitas publik, dan memastikan kelangsungan nilai-nilai dakwah serta amanah pendidikan yang modern, kokoh, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. (Idi Darusman-Cianjur)

 

Komentar