Perkuat Tata Kelola Keuangan, Departemen Bidang Usaha Darunnajah Gelar Pertemuan Rutin Bendahara Unit Usaha
JAKARTA — Departemen Bidang Usaha Pondok Pesantren
Darunnajah terus memperkuat tata kelola dan pengelolaan unit usaha melalui
pertemuan rutin seluruh bendahara unit usaha yang berada di lingkungan Pondok
Pesantren Darunnajah Pusat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan
koordinasi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan seluruh unit
usaha agar dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi keberlangsungan dan
pengembangan lembaga.
Departemen Bidang Usaha merupakan salah satu bagian yang
dibentuk untuk mendukung kelancaran seluruh kegiatan di lingkungan Pondok
Pesantren Darunnajah. Melalui departemen ini, berbagai unit usaha pesantren
dikelola secara lebih terarah dan terkoordinasi.
Sejumlah unit usaha yang berada di bawah pengelolaan Pondok
Pesantren Darunnajah Pusat antara lain Travel, DN Store, Kantin, Koperasi,
Wartel, Laundry, Digikidz, Production House (PH), Darunnajah Fried Chicken
(DFC), Deen Bakery, serta sejumlah unit usaha lainnya.
Pertemuan rutin seluruh bendahara unit usaha menjadi salah
satu forum evaluasi dan koordinasi untuk membahas berbagai persoalan yang
muncul dalam pengelolaan usaha. Selain membahas kendala operasional, forum
tersebut juga menjadi sarana untuk mencari solusi bersama terhadap berbagai
permasalahan, khususnya yang berkaitan dengan administrasi dan pengelolaan
keuangan.
Dalam pelaksanaannya, pertemuan rutin tersebut menghadirkan
narasumber yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan agenda pembinaan. Secara
berkala, pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah juga dijadwalkan hadir untuk
memberikan arahan secara langsung kepada para pengelola unit usaha.
Pada Selasa, 11 Agustus 2026, pertemuan bendahara unit usaha
menghadirkan dosen Universitas Darunnajah, Ustadz Fahd Noor, M.E.
sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, materi yang diberikan
berfokus pada tata cara pelaporan keuangan yang baik, sistematis, dan mudah
dipantau.
Tidak hanya memberikan materi secara teoritis, Ustaz Fahd
juga melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi keuangan
masing-masing unit usaha. Proses tersebut didukung dengan penggunaan aplikasi
yang dikembangkan untuk mempermudah proses pencatatan dan pelaporan keuangan.
Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat membuat
proses pelaporan keuangan menjadi lebih efektif dan efisien. Selain memudahkan
bendahara dalam melakukan pencatatan, sistem tersebut juga membantu pihak
pengelola dan pimpinan dalam melakukan monitoring terhadap kondisi keuangan
setiap unit usaha.
Melalui sistem yang lebih terintegrasi, pengelola dapat
mengetahui kondisi keuangan masing-masing unit usaha secara lebih jelas,
termasuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh serta besarnya kontribusi
yang diberikan setiap unit usaha kepada pesantren atau lembaga.
Penerapan sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya
Departemen Bidang Usaha Darunnajah dalam membangun budaya pengelolaan usaha
yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Dengan adanya pertemuan rutin serta sistem pelaporan
keuangan yang lebih terstruktur, Departemen Bidang Usaha berharap seluruh unit
usaha dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan. Pada akhirnya,
keberadaan berbagai unit usaha tersebut diharapkan tidak hanya mampu memenuhi
kebutuhan internal pesantren, tetapi juga memberikan kontribusi yang semakin
besar bagi pengembangan pendidikan dan kelembagaan Pondok Pesantren Darunnajah.

Alhamdulillah. Maju dan berkembang unit2 usaha Darunnajah
BalasHapus